Summarize the post with AI
Salah seorang koordinator yang juga mantan narapidana selama 35 tahun mengungkapkan rasa syukurnya: “Semua yang ada dalam program ini adalah berkah bagi kami. Sebelumnya kami kehilangan rumah dan sempat tunawisma selama sebulan. IMAN menawarkan tempat untuk memulai lagi, memulai dari awal dengan perumahan terjangkau.”
Hingga kini, program ini telah meluluskan 45 orang dengan keterampilan yang mumpuni. IMAN bahkan membeli kompleks apartemen tua di Atlanta pada 2019, yang kemudian direnovasi oleh peserta program menjadi tempat tinggal baru bagi masyarakat terpinggirkan.
Berbagi untuk Tunawisma
Di area Washington DC, AMIN Project menjalankan program “Food for Thought” yang secara rutin membagikan makanan kepada tunawisma setiap hari Minggu selepas Subuh. Sayeed Mazar dari Bangladesh adalah salah satu relawan yang memasak hidangan lezat dan bergizi di dapur rumahnya khusus untuk dibagikan.
“Saya terlibat dalam kegiatan ini untuk mengajarkan anak-anak saya agar bisa menyadari betapa beruntungnya mereka dan untuk bersyukur atas segala yang mereka miliki,” ungkap salah satu relawan.
AMIN Project sendiri awalnya adalah aplikasi berisi informasi kegiatan salat jenazah dan jadwal salat Jumat. Kini berkembang menjadi organisasi dengan berbagai program yang menyatukan warga Muslim dari berbagai negara di sekitar Washington DC.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.