Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, WASHINGTON DC – Di tengah kawasan perumahan Silver Spring, Maryland, sekitar 11-13 kilometer dari pusat Kota Washington DC, berdiri sebuah pusat kegiatan Muslim Indonesia yang unik. IMAAM Center, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2014, menjadi simbol keterbukaan dan toleransi komunitas Muslim di negeri Paman Sam.
Bangunan yang dulunya merupakan gereja ini kini menjadi rumah ibadah sekaligus jembatan persaudaraan lintas agama. “Di Amerika, membangun rumah ibadah tidak bisa sembarangan. Harus di zona yang memang diperuntukkan bagi tempat beribadah. Jadi lebih praktis membeli bangunan yang sebelumnya sudah digunakan sebagai tempat ibadah,” ungkap salah satu pengurus IMAAM Center.
Membuka Diri kepada Tetangga
Sebagai komunitas minoritas, Muslim Indonesia di Amerika memahami pentingnya membangun jembatan komunikasi dengan masyarakat sekitar. Salah satu upaya nyata adalah penyelenggaraan acara buka puasa bersama yang tidak hanya mengundang tetangga, tetapi juga organisasi-organisasi lintas agama.
Dalam acara iftar tahunan yang digelar IMAAM Center, hadir berbagai kalangan dari latar belakang berbeda. “Ini acara tahunan kami untuk mempromosikan dan mengenalkan Islam serta Ramadan kepada komunitas sekitar. Di lingkungan kami ada komunitas Yahudi, Kristen, dan lainnya. Ini momen terbaik untuk berbagi dan menjelaskan apa itu Ramadan,” jelas pengurus IMAAM Center.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.