Summarize the post with AI

“Apakah engkau melarang kami menyembah apa yang disembah nenek moyang kami?” demikian mereka membalas, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an.

Hari demi hari, penolakan berubah menjadi kebencian. Nabi Saleh tidak hanya dihina, tetapi juga diancam dan dikucilkan. Kaum elit yang sombong merasa kedudukan mereka terancam, sementara sebagian kecil orang lemah mulai diam-diam mempercayai kebenaran yang dibawanya.

Puncaknya, kaum Tsamud menantang Nabi Saleh dengan permintaan mustahil: menghadirkan seekor unta hidup dari batu.

Dengan izin Allah, mukjizat itu benar-benar terjadi.

Dari sebuah batu besar, keluarlah seekor unta betina yang megah—hidup, nyata, dan bahkan sedang hamil. Ia menjadi tanda kekuasaan Allah sekaligus ujian bagi kaum Tsamud. Mereka diperintahkan untuk membiarkan unta itu hidup dan berbagi sumber air dengannya.



Follow Widget