Summarize the post with AI

Dengan penuh kasih, Rasulullah meminta para sahabat membebaskan Abul As tanpa menebus kalung itu. Permintaan itu dikabulkan, namun dengan satu syarat, Abul As harus mengizinkan Zainab kembali ke Madinah. Dengan berat hati, keduanya berpisah. Saat itu, Zainab bahkan sedang mengandung, membuat perpisahan mereka semakin menyayat hati.

Perjalanan Zainab menuju Madinah tidak mudah. Ia sempat diserang dalam perjalanan hingga mengalami keguguran. Luka fisik dan batin menjadi saksi betapa berat ujian yang ia hadapi. Di Madinah, Zainab menjalani hari-hari dengan rindu, sementara Abul As di Mekah hidup dalam kesepian.

Enam tahun berlalu dalam perpisahan. Hingga suatu hari, Abul As datang diam-diam ke Madinah untuk meminta perlindungan kepada Zainab setelah mengalami kesulitan dalam perjalanan dagangnya. Tanpa ragu, Zainab melindunginya. Bahkan di hadapan kaum Muslimin, ia menyatakan jaminannya.

Rasulullah pun membenarkan perlindungan tersebut dan memerintahkan agar harta Abul As dikembalikan. Meski sempat ditawari untuk masuk Islam dengan imbalan harta, Abul As menolak. Ia memilih menjaga amanah dan mengembalikan semua harta kepada pemiliknya di Mekah.



Follow Widget