Melihat pasar Madinah yang sempit dan mahal sewanya, Abdurrahman menggagas pasar baru dengan sistem bagi hasil yang adil. Para pedagang kecil pun terbantu, dan pasar itu berkembang pesat. Dari sinilah ia kembali menjadi salah satu saudagar terkaya di Madinah.
Kekayaan yang Mengalir untuk Umat
Namun yang membuat Abdurrahman bin Auf istimewa bukanlah kekayaannya, melainkan cara ia memperlakukan hartanya.
Ia membagi hartanya menjadi tiga:
- Sepertiga dipinjamkan kepada yang membutuhkan
- Sepertiga untuk melunasi utang orang lain
- Sepertiga disedekahkan tanpa diminta
Ia pernah menyumbang 2.000 dinar dalam satu kesempatan, 200 uqiyah emas untuk Perang Tabuk, bahkan menyerahkan 700 unta penuh muatan dagangan untuk penduduk Madinah.
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.