Hijrah dan Kehilangan Segalanya
Ketika hijrah ke Madinah, seluruh harta Abdurrahman bin Auf yang berada di Makkah dirampas oleh kaum Quraisy. Ia tiba di Madinah tanpa membawa apa-apa, selain pakaian yang melekat di tubuhnya.
Namun kehilangan itu tidak memadamkan keyakinannya. Ia percaya sepenuhnya bahwa Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki.
Rasulullah ﷺ kemudian mempersaudarakannya dengan Sa’ad bin Rabi’, seorang sahabat Anshar yang kaya. Sa’ad menawarkan setengah hartanya, bahkan siap menceraikan salah satu istrinya agar dinikahi Abdurrahman. Namun Abdurrahman bin Auf dengan lembut menolak dan berkata:
“Semoga Allah memberkahi hartamu dan keluargamu. Tunjukkan saja kepadaku di mana pasar.”
Bangkit dari Nol dan Strategi Bisnis Islami
Dari pasar Madinah, Abdurrahman bin Auf memulai segalanya dari nol. Ia berdagang dengan prinsip yang luar biasa:
- Keuntungan kecil tapi halal dan berkelanjutan
- Transaksi tunai, menjauhi riba
- Kejujuran sebagai modal utama
- Berorientasi pada kebutuhan pasar
- Berniaga untuk keberkahan, bukan semata keuntungan
- Menjual barang berkualitas dengan transparansi
















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.