Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan. Mengapa?
Karena ia berada di antara dua bulan besar:
- Rajab, bulan haram yang membuat orang lebih berhati-hati dalam berbuat dosa.
- Ramadhan, bulan ibadah, puasa, dan Al-Qur’an yang dinanti-nantikan.
Sya’ban seperti “bulan kejepit”. Di Indonesia kita mengenal istilah hari kejepit nasional. Demikian pula Sya’ban, ia terjepit di antara dua momentum besar sehingga sering diremehkan.
Ibadah di Waktu Lalai, Pahala Berlipat
Jamaah sekalian,
Salah satu kaidah agung dalam Islam adalah: beribadah di saat manusia lalai, pahalanya sangat besar.
Contohnya:
- Shalat malam di sepertiga malam, ketika kebanyakan manusia terlelap.
- Berdzikir di tengah kesibukan dunia.
- Berpuasa sunnah di bulan Sya’ban, saat manusia sibuk mempersiapkan Ramadhan secara duniawi.
Ironisnya, ada orang yang sanggup bangun tengah malam demi menonton pertandingan bola, tetapi berat bangun untuk shalat malam. Padahal, tontonan esok hari masih bisa diulang, sementara kesempatan shalat malam belum tentu datang kembali.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.