Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh umat yang mengikuti jejaknya hingga akhir zaman.
Jamaah Subuh yang dirahmati Allah, pada pagi yang penuh berkah ini, marilah kita merenungkan sebuah kisah yang menggugah hati—kisah tentang malaikat Izrail yang menangis ketika mencabut nyawa seorang hamba Allah. Kisah ini mengajarkan kita tentang kasih sayang Allah yang melampaui segala pemahaman kita, dan bagaimana di balik setiap takdir yang tampak menyakitkan, tersimpan hikmah dan rahmat yang begitu indah.
Bagian Pertama: Dialog antara Allah dan Malaikat Izrail
Dalam sebuah riwayat yang beredar di kalangan ulama dan ahli hikmah, disebutkan bahwa suatu hari Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya kepada malaikat Izrail, sang pencabut nyawa:
“Wahai Izrail, pernahkah engkau menangis saat mencabut nyawa manusia?”
Pertanyaan ini bukan karena Allah tidak mengetahui jawabannya—sebab Allah Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dan yang nyata. Namun pertanyaan ini adalah pelajaran bagi kita semua: bahwa bahkan malaikat yang diberi tugas mencabut nyawa pun memiliki perasaan dan bisa merasakan kesedihan.
Dengan nada penuh kesedihan, malaikat Izrail menjawab:
“Pernah, wahai Tuhanku. Aku menangis ketika mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang sepi.”
Bayangkan, jamaah. Seorang wanita hamil, sendirian di tengah gurun yang tandus, tanpa ada siapa pun di sisinya. Tidak ada suami, tidak ada keluarga, tidak ada teman. Hanya dia, kehamilannya, dan takdir yang telah ditetapkan oleh Allah.
Malaikat Izrail melanjutkan:
“Aku menunggu hingga ia melahirkan bayinya. Lalu aku cabut nyawanya sebagaimana perintah-Mu. Namun bayi itu menangis sendirian di tengah gurun tanpa ada siapa pun di sisinya. Tangisan itu menembus hatiku, dan aku pun menangis karena iba melihatnya.”





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.