Summarize the post with AI
Tantangan demi tantangan terus bermunculan. Sebuah jembatan sempit nyaris tidak cukup untuk dilewati trailer besar tersebut. Dengan perhitungan matang, para mekanik melepas roda tambahan dan mendorong masjid perlahan—hanya selisih beberapa sentimeter, namun berhasil melewati jembatan.
Belum selesai, di sebuah tikungan berlumpur, trailer tiba-tiba miring tajam hingga separuh bangunan masjid tergantung dan hampir jatuh. Setelah perjuangan menegangkan, para sopir berhasil menarik dan menegakkan kembali trailer tersebut.
Secara ajaib, cuaca buruk menunda keberangkatan kapal selama dua hari. Kesempatan emas ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan tenaga terakhir, konvoi akhirnya tiba di pelabuhan—hanya beberapa jam sebelum kapal terakhir berlayar.
Momen Bersejarah
Beberapa hari kemudian, bagian-bagian masjid itu akhirnya tiba di Inuvik. Ketika bangunan berwarna biru-putih itu perlahan diturunkan dari kapal, takbir berkumandang dari setiap penjuru pelabuhan: “Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
Tanggal 10 November 2010 menjadi hari bersejarah. Untuk pertama kalinya, sebuah masjid resmi berdiri tegak di tanah Arktik. Namanya The Midnight Sun Mosque—Masjid Matahari Tengah Malam, sebuah nama yang sangat tepat untuk rumah ibadah di wilayah di mana matahari kadang tak pernah terbenam.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.