Summarize the post with AI

Empat abad kemudian, tahun 1935 menandai perubahan penting ketika Reza Syah Pahlavi secara resmi mengubah nama negara dari Persia menjadi Iran. Masa kepemimpinannya ditandai dengan upaya modernisasi ala Barat yang terinspirasi dari reformasi sekuler Mustafa Kemal Ataturk di Turki.

Revolusi 1979 dan Lahirnya Republik Islam

Kepemimpinan otoriter Reza Syah Pahlavi yang menekan nilai-nilai tradisional dan agama, serta mengurangi pengaruh ulama dalam kehidupan publik, akhirnya memicu ketidakpuasan luas. Puncaknya terjadi pada 1979 ketika Revolusi Islam yang dipimpin Ayatullah Ruhullah Khomeini berhasil menggulingkan rezim Syah.

Revolusi ini mengubah fundamental negaraโ€”dari orientasi sekuler-Barat menjadi republik berbasis prinsip-prinsip Islam revolusioner dengan penolakan tegas terhadap pengaruh asing, khususnya Amerika Serikat. Sepeninggal Khomeini pada 1989, kepemimpinan dilanjutkan oleh Ayatullah Ali Khamenei yang mempertahankan prinsip-prinsip revolusi hingga wafatnya baru-baru ini.

Kekuatan Militer dan Kemandirian Teknologi

Di tengah sanksi internasional yang berkelanjutan, Iran menempati posisi ke-14 dari 145 negara dalam peringkat kekuatan militer global versi Global Firepower 2025. Negara ini memiliki sekitar 610.000 personel aktif, 350.000 cadangan, dan 220.000 pasukan paramiliter termasuk Garda Revolusi Islamโ€”total mencapai lebih dari 1,1 juta personel.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________