Sebagian masjid lain terawat, sementara yang lain berada dalam kondisi terbengkalai atau reruntuhan, mencerminkan lapisan sejarah yang kompleks. Bangunan-bangunan ini bukan sekadar monumen, melainkan simbol kesinambungan kehidupan Islam setelah masa penghancuran dan asimilasi paksa.
Identitas, Generasi Muda, dan Masa Depan
Muslim muda Bulgaria kini berusaha menyeimbangkan pendidikan sekuler dengan pembelajaran agama melalui keluarga dan program masjid. Tingkat religiositas mungkin beragam, namun identitas tetap penting—terutama bagi generasi muda yang ingin kembali terhubung dengan warisan leluhur mereka.
Bagi Muslim Bulgaria, sejarah bukanlah sesuatu yang jauh. Kenangan perubahan nama, penutupan masjid, dan larangan beragama masih membekas. Namun masa kini menghadirkan kisah kebangkitan—tentang iman yang dirawat dengan hati-hati, budaya yang dihidupkan kembali, dan komitmen kuat untuk hidup berdampingan secara damai.
Muslim Bulgaria tidak melihat diri mereka sebagai orang luar, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah dan identitas nasional Bulgaria—sebuah bukti bahwa keberagaman dan koeksistensi telah lama menjadi denyut kehidupan di tanah Balkan.










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.