Penindasan mencapai puncaknya pada era komunis di bawah kepemimpinan Todor Zhivkov (1954–1989). Selama 35 tahun kekuasaannya, Islam mengalami masa paling kelam: larangan pakaian Islami, penutupan masjid, pelarangan khitan dan ritual pemakaman Islam, penghancuran pemakaman Muslim, serta kebijakan asimilasi paksa. Trauma ini masih hidup dalam ingatan kolektif komunitas Muslim Bulgaria.
Kebangkitan Pasca Komunisme
Setelah Zhivkov digulingkan pada November 1989 dan runtuhnya sistem komunis, kehidupan Islam perlahan bangkit kembali. Masjid-masjid dibuka, pengungsi kembali memulai hidup baru, dan lembaga-lembaga Islam mulai dibangun ulang. Generasi imam baru dilatih, dan identitas Muslim kembali tumbuh—tenang, namun penuh daya tahan.
Kini, Muslim merupakan salah satu kelompok minoritas agama terbesar di Bulgaria, sekitar 10–12 persen dari total populasi. Azan kembali berkumandang, tradisi Islam tetap hidup, dan masjid-masjid tua masih berdiri sebagai saksi sejarah.
Warisan Arsitektur dan Hidup Berdampingan
Bulgaria juga menjadi rumah bagi sejumlah situs arsitektur Islam tertua dan terpenting di Balkan. Masjid Banya Bashi di Sofia, yang dibangun pada abad ke-16 oleh Mimar Sinan, masih aktif digunakan hingga kini. Masjid Tombul di Shumen—masjid terbesar di Bulgaria—berfungsi sebagai pusat budaya dan pendidikan Muslim. Masjid Ibrahim Pasha dikenal sebagai salah satu masjid Utsmaniyah termegah di kawasan Balkan.










Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.