Summarize the post with AI

Setiap orang membawa hidangan khas negara asalnya. Ada samosa, kebab, nasi biryani, pastel, kurma, bahkan kolak buatan ibu-ibu diaspora Indonesia. Ketika azan berkumandang dari dalam masjid, terjadi momen hening. Kemudian terdengar doa-doa lembut. Segelas air putih dan sebutir kurma terasa begitu berharga.

Bazaar Ramadhan: Ruang Tamu Multikultural

Salah satu momen paling dinanti adalah Bazaar Ramadhan yang digelar di beberapa kawasan pinggiran Sydney dan Melbourne. Setiap akhir pekan Ramadhan, jalan-jalan tertentu berubah menjadi lautan manusia. Lampu-lampu hias dipasang, aroma rempah memenuhi udara, dan tawa anak-anak memecah dinginnya malam.

Bazaar ini bukan sekadar tempat jual-beli makanan—ia adalah ruang tamu. Sebuah ruang di mana Muslim dan non-Muslim berkumpul, mencicipi makanan khas Timur Tengah dan Asia Selatan, belajar tentang budaya, serta merasakan atmosfer damai Ramadhan.

Kios-kios berjajar rapi. Ada roti canai yang dibuat langsung di atas wajan besar, sate yang dipanggang dengan bara api panas, serta hidangan penutup manis khas Lebanon dan Turki. Aroma kayu manis dan kapulaga bercampur dengan aroma daging panggang menciptakan sensasi yang menggoda.

Yang menarik, banyak warga Australia non-Muslim hadir karena rasa penasaran. Mereka ingin tahu lebih banyak tentang Ramadhan. Di sini, Ramadhan menjadi jembatan dialog—bukan hanya tentang agama, tetapi tentang kemanusiaan dan kebersamaan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM