Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Seringkali ketika kita bicara soal asal-usul ilmu ekonomi, ingatan kita langsung melompat ke nama-nama Barat seperti Adam Smith atau Karl Marx. Namun, sejarah dunia menyimpan kebenaran yang jarang diajarkan di bangku sekolah formal. Hampir 1.000 tahun yang lalu, seorang ulama besar Islam telah mengeluarkan peringatan yang masih bergema di setiap krisis finansial modern hingga hari ini.
Beliau adalah Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali (1058–1111 M). Beliau berpesan: “Ketika uang kehilangan kompas moralnya, maka masyarakat akan membusuk dari dalam ke luar.”
1. Uang adalah Cermin, Bukan Tuhan
Imam Al-Ghazali memiliki pandangan unik tentang uang. Baginya, uang hanyalah alat tukar, bukan sesuatu yang harus disembah, ditimbun, apalagi dijadikan simbol status. Beliau mengibaratkan uang seperti cermin.
Cermin tidak memiliki warna atau nilai pada dirinya sendiri. Nilai cermin berasal dari apa yang ia pantulkan.
Begitu pula uang; ia menjadi berharga bukan karena emas atau peraknya, melainkan karena ia memungkinkan manusia untuk berdagang, membangun, dan bekerja sama. Masalah muncul ketika manusia mulai mencintai “cermin” tersebut secara berlebihan, hingga lupa pada esensi kebermanfaatannya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.