PUNGGAWANEWS, Ramadhan adalah bulan perubahan.
Bulan taubat.
Bulan transformasi jiwa.
Bulan di mana Allah membuktikan bahwa tidak ada hati yang terlalu keras untuk dilunakkan, dan tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni.

Salah satu bukti paling agung dari kasih sayang Allah adalah kisah Ikrimah bin Abu Jahal, anak dari manusia yang dijuluki Rasulullah sebagai Firaun umat ini, yaitu .

Warisan Kebencian
Ikrimah lahir dari rumah kekuasaan dan kesombongan.
Ia dibesarkan dengan kemewahan, ambisi, dan doktrin kebencian terhadap Islam.
Ayahnya adalah simbol keangkuhan Quraisy, musuh terbesar , penghalang dakwah, pemimpin kesesatan.

Ikrimah tumbuh sebagai prajurit fanatik, pemburu kaum muslimin, arsitek perang melawan Islam, komandan kavaleri Quraisy di Uhud, penyerang Madinah di Khandaq, dan pemimpin perlawanan di Fathu Makkah.

Ia bukan sekadar kafir, tetapi militan kebencian.

Dari Badar sampai Fathu Makkah
Ia menyaksikan ayahnya tewas di Badar.
Peristiwa itu tidak membuatnya sadar, justru menumbuhkan dendam.

Ia memimpin pasukan di Uhud bersama sahabatnya (saat itu masih musyrik).
Ia menyerbu pasukan muslim dari belakang.
Ia membalas dendam Badar.

Di Khandaq ia menyaksikan: parit yang tak bisa ditembus,
koalisi Ahzab hancur,
angin Allah memporak-porandakan pasukan musyrik.

Namun hatinya tetap tertutup.

Hingga datang Fathu Makkah.
Berhala runtuh.
Mekkah takluk.
Quraisy menyerah.
Adzan Bilal menggema di Ka’bah.

Dan Ikrimah menjadi buronan nomor satu.

Titik Balik Taubat
Ia kabur menuju laut, hendak menyeberang ke negeri lain.
Namun Allah menahannya dengan badai.

Di tengah ombak, terdengar seruan: “Tidak ada yang bisa menolong kecuali Allah.”

Saat itu hatinya tersentak.
Ia berdoa: “Ya Allah, jika Engkau selamatkan aku, aku akan mendatangi Muhammad dan masuk Islam.”

Allah menyelamatkannya.

Islam Datang Lewat Cinta
Istrinya, Ummu Hakim, telah masuk Islam.
Ia mengejar Ikrimah membawa jaminan keamanan dari Rasulullah.

Nabi berkata: “Dia aman.”

Dua kata yang menghapus seluruh dendam sejarah.

Saat Ikrimah datang ke Masjidil Haram, Rasulullah berdiri menyambutnya, tersenyum, tanpa hinaan, tanpa dendam, tanpa balas luka.

Ikrimah pun bersyahadat.

Taubat yang Dibayar dengan Amal
Ikrimah berkata: “Setiap harta yang dulu kupakai melawan Islam, akan kuganti dua kali lipat untuk Islam.”
“Setiap perang melawan Rasulullah, akan kubayar dengan perang membela Islam.”

Ia membuktikannya.

Ia berjihad di masa ,
melawan nabi palsu,
melawan pemberontak,
melawan kemurtadan,
membersihkan jazirah Arab.

Syahid di Yarmuk
Di perang Yarmuk melawan Romawi:
40.000 muslim melawan 240.000 Bizantium.

Ikrimah mematahkan sarung pedangnya.
Simbol: tidak ada pulang, hanya mati atau menang.

Ia berkata: “Apakah aku akan lari dari Romawi, setelah aku dulu memerangi Rasulullah?”

Ia memimpin pasukan berani mati.
Menabrak jantung pasukan Romawi.
Membuka jalan kemenangan kaum muslimin.

Ia syahid.
Tubuhnya penuh luka.
Wafat dalam keadaan memberi, bukan meminta.
Menolak air demi saudaranya.
Meninggal sebagai pembela Islam.

Hikmah Ramadhan
Tidak ada hati yang terlalu keras untuk hidayah.
Jika anak Abu Jahal bisa berubah, maka siapa pun bisa berubah.

Masa lalu bukan penghalang taubat.
Islam tidak menilai siapa kita dulu, tetapi siapa kita setelah bertaubat.

Hidayah datang lewat akhlak, bukan kekerasan.
Ikrimah masuk Islam bukan karena pedang, tetapi karena akhlak Rasulullah.

Taubat sejati dibuktikan dengan amal, bukan kata-kata.
Bukan tangisan semata, tetapi perubahan hidup.

Islam adalah agama harapan, bukan putus asa.
Selama nyawa masih ada, pintu taubat masih terbuka.

Penutup
Kisah Ikrimah mengajarkan bahwa: tidak ada masa lalu yang terlalu gelap untuk diterangi hidayah,
tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Allah,
tidak ada manusia yang terlalu rusak untuk diperbaiki.

Jika anak musuh terbesar Nabi bisa menjadi syuhada surga,
maka kita semua masih punya harapan.

Doa
Ya Allah,
sebagaimana Engkau melembutkan hati Ikrimah,
lembutkanlah hati kami.
Sebagaimana Engkau mengangkat derajatnya dengan taubat,
angkatlah derajat kami dengan taubat.
Sebagaimana Engkau mengubah kebenciannya menjadi iman,
ubah dosa kami menjadi kebaikan.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________