Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, GAZA – Menjelang perayaan Idul Fitri, warga Palestina di Jalur Gaza berupaya keras mempertahankan tradisi keagamaan mereka meskipun dihadapkan pada keterbatasan ekstrem dan kehancuran yang diakibatkan oleh konflik berkepanjangan.
Di salah satu tempat pengungsian di Kota Gaza, seorang ibu bernama Fatimah Gandor tampak sibuk menguleni adonan kue tradisional. Dikelilingi oleh keluarganya, perempuan itu berusaha menyiapkan hidangan khas lebaran dengan segala keterbatasan yang ada.
Tanpa akses terhadap kompor gas yang menjadi kebutuhan dasar, Fatimah harus memutar otak. Ia terpaksa memanggang kue-kue lebaran menggunakan tungku api terbuka. Akibatnya, asap tebal memenuhi ruangan, sementara jelaga hitam menempel di mana-mana.
“Meski serba kekurangan, meski segala sesuatu dirampas dari kami, saya tetap bahagia melihat anak-anak dan cucu-cucu saya antusias menunggu kue lebaran ini,” ungkap Fatimah dengan suara bergetar.
Namun, di balik senyumnya, Fatimah tidak mampu menyembunyikan rasa sesak yang dirasakannya. Bukan hanya sesak napas akibat asap, tetapi juga sesak hati melihat kondisi yang harus dihadapi keluarganya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.