Summarize the post with AI
Ciri fisik mereka mencerminkan percampuran etnis Asia Tengah, mereka berbicara dalam bahasa Tibet, dan mengenakan pakaian tradisional setempat. “Ini menunjukkan bahwa Islam tidak menghapus budaya lokal, melainkan dapat hidup berdampingan dan beradaptasi,” kata seorang pengamat budaya.
Selama berabad-abad, komunitas Muslim hidup secara harmonis dengan mayoritas Buddha. Di pasar-pasar Lhasa, pedagang Muslim dan Buddha berdiri berdampingan, menjalankan transaksi dengan saling menghormati. Hubungan sosial dibangun melalui interaksi sehari-hari, perdagangan, dan kehidupan bertetangga.






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.