Kejayaan Era Goryeo dan Keruntuhan di Masa Joseon
Saat Dinasti Goryeo berkuasa (918-1392), hubungan dengan dunia Islam mencapai puncaknya. Pedagang muslim, terutama dari Persia dan Asia Tengah, menjadi tulang punggung perdagangan internasional yang menghubungkan Korea dengan jaringan global Timur-Barat.
Di ibu kota Kaesong, komunitas muslim memiliki tempat ibadah yang disebut “Yeogung” (Aula Seremonial). Masyarakat muslim saat itu dikenal dengan sebutan “Hui-Hui”, istilah yang juga digunakan untuk menyebut muslim Hui dari China.
Namun angin berubah drastis ketika Dinasti Joseon naik tahta pada 1392. Pemerintahan baru mengadopsi Konfusianisme sebagai ideologi negara dan menekan keberadaan agama-agama lain yang dianggap mengancam tatanan sosial. Masjid-masjid yang berdiri di era Goryeo kehilangan dukungan, komunitas muslim melebur ke masyarakat lokal, dan Islam nyaris lenyap dari catatan sejarah Korea selama berabad-abad.
Kebangkitan Abad ke-20: Pasukan Turki dan Kelahiran Kembali Islam
Islam kembali menapak di Korea pada abad ke-20, khususnya pasca Perang Korea (1950-1953). Korea Selatan menerima bantuan dari Turki yang mengirimkan Brigade Turki dalam misi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tentara Turki tidak hanya bertempur, tetapi juga membawa kembali ajaran Islam ke tanah Korea.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.