PUNGGAWANEWS, SEOUL – Di balik gemerlap K-pop, drama Korea, dan gedung pencakar langit Samsung yang menjulang tinggi, tersimpan kisah panjang tentang keberadaan Islam di Semenanjung Korea yang telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Meski bukan agama mayoritas, komunitas muslim di Korea Selatan kini mengalami pertumbuhan pesat yang mencengangkan.

Akar Sejarah: Pedagang Muslim di Era Dinasti Silla

Kehadiran Islam di Korea dapat ditelusuri hingga abad ke-9 Masehi, saat Dinasti Silla yang gemilang menjalin hubungan perdagangan internasional melalui Jalur Sutra legendaris. Para saudagar muslim dari Timur Tengah dan Asia Tengah—khususnya Irak dan Persia—tiba membawa komoditas berharga: rempah-rempah, kain sutra, perhiasan, dan barang eksotis lainnya.

Namun kedatangan mereka bukan sekadar transaksi ekonomi belaka. Para pedagang ini membangun permukiman kecil di kota-kota pelabuhan strategis seperti Gyeongju, ibu kota Silla kala itu. Mereka menikah dengan penduduk lokal, beradaptasi dengan kehidupan setempat, dan perlahan memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat Korea.

Geografer muslim terkemuka, Ibnu Khurdazbih, mencatat dalam manuskrip abad ke-9 tentang interaksi antara Muslim dan masyarakat Semenanjung Korea. Bukti arkeologis berupa patung-patung penjaga kerajaan dengan karakteristik khas Timur Tengah memperkuat dugaan adanya pengaruh budaya Persia dalam seni dan arsitektur Korea periode tersebut.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________