Summarize the post with AI

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa negaranya tetap membuka akses pelayaran di Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap sahabat, seperti China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia. Sebaliknya, akses masih dibatasi bagi kapal dari Amerika Serikat dan Israel serta sekutunya.

Data dari MarineTraffic pada periode 20–22 Maret 2026 mencatat sekitar 1.900 kapal masih tertahan di sekitar Selat Hormuz. Pengetatan akses ini merupakan dampak dari eskalasi geopolitik pasca serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026.

Perkembangan ini menjadi perhatian pasar energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia. Keberhasilan evakuasi kapal Pertamina diharapkan dapat memperkuat stabilitas pasokan energi Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________