Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, TEHERAN – Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi peluncuran gelombang serangan balasan ke-80 yang menargetkan berbagai instalasi militer Israel, Selasa malam waktu setempat. Operasi militer dengan kode sandi “Ya Syahid Alqua” ini didedikasikan untuk mengenang Muhammad Dalfan, seorang pengemudi truk yang gugur, beserta seluruh pengemudi yang terlibat dalam perlawanan bersama Hizbullah Lebanon.
Juru bicara IRGC menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons terhadap agresi berkelanjutan yang merenggut nyawa warga sipil Iran. “Gelombang ke-80 ini kami persembahkan untuk para martir yang gugur membela kedaulatan,” ujar perwakilan IRGC dalam pernyataan resminya.
Sehari sebelumnya, Iran telah meluncurkan gelombang ke-79 berkode “Ya Khayar Alfatin” yang didedikasikan untuk Helma, seorang balita berusia 18 bulan dari Tabriz yang tewas bersama keluarganya dalam serangan yang dikaitkan dengan operasi gabungan Israel dan sekutunya.
Target-Target Strategis Terkena Serangan
Menurut laporan dari Tehran, rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran berhasil menghantam sejumlah lokasi strategis di wilayah yang dikuasai Israel, termasuk:
- Kompleks komando militer Israel di kawasan utara Safed
- Pusat kota Tel Aviv dan kawasan sekitarnya seperti Kiryat Ono dan Bnei Brak
- Pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah pendudukan, termasuk lokasi yang diidentifikasi sebagai Ali Alem, Arifyan Alzarak, dan Syekh Isa
- Stasiun penerimaan satelit yang melayani pasukan Israel
- Fasilitas militer di Ramat Gan dan Negev
- Pusat manajemen militer di Be’er Sheva
Sumber-sumber di Tehran menyebutkan bahwa rudal balistik jenis Khaybar Shikan dan Sejil digunakan dalam operasi ini, dengan tingkat akurasi yang tinggi terhadap sasaran-sasaran yang telah ditentukan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.