Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, TEL AVIV – Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali melancarkan serangan balasan gelombang ke-30 yang menyasar berbagai instalasi militer milik Amerika Serikat dan Israel. Aksi pembalasan ini merupakan respons terhadap agresi yang dilakukan AS dan Israel yang mengakibatkan lebih dari 1.000 warga Iran tewas.
Serangan terbaru ini dilakukan pada malam ke-19 bulan Ramadan, menggunakan rudal-rudal generasi terbaru dengan kode operasi “Ali Wali Allah” dan “Ya Ali bin Abi Thalib”. Target serangan meliputi wilayah-wilayah yang dikuasai Israel di Tel Aviv serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Rudal Canggih dengan Jangkauan Luas
Menurut keterangan IRGC, gelombang serangan ke-29 dan ke-30 ini menggunakan berbagai jenis rudal balistik canggih, termasuk Khorramshahr, Emad, Qadr, dan Khaybar Shekan. Rudal-rudal tersebut berhasil menghantam sasaran militer dengan mudah, memanfaatkan penurunan efektivitas sistem pertahanan udara AS dan Israel.
Rudal-rudal yang digunakan memiliki spesifikasi mengesankan dengan hulu ledak berbobot 700 kilogram hingga 1 ton. Jangkauan tembaknya mencapai sekitar 1.450 kilometer dengan kemampuan manuver tinggi yang membuatnya sulit dicegat.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.