Summarize the post with AI
Tantangan Intersepsi
Sistem pertahanan rudal konvensional bekerja dengan menempatkan rudal pencegat pada lintasan yang diperkirakan, kemudian meledakkannya untuk menciptakan zona hancur seluas 100-500 meter. Rudal yang melintas diharapkan menabrak serpihan atau gelombang ledakan.
“Perubahan sudut bahkan hanya satu derajat pada kecepatan hipersonik sudah cukup menggeser posisi rudal sejauh 30 kilometer dari proyeksi semula. Ini membuat sistem intersepsi sangat sulit mengantisipasi posisi akurat rudal Sejjil,” imbuh Agung.
Ia menegaskan tidak ada sistem pertahanan udara konvensional yang mampu secara konsisten mencegat rudal dengan karakteristik seperti ini.
Perbandingan Global
Ketika ditanya tentang kepemilikan teknologi serupa oleh negara lain, Agung menyebutkan bahwa Amerika Serikat masih dalam tahap eksperimen dengan berbagai kendala teknis dan biaya yang sangat tinggi, bahkan beberapa proyek mengalami kegagalan.
“Negara yang secara pasti memiliki teknologi rudal hipersonik manuver adalah Rusia. Ada indikasi kuat bahwa Iran mendapatkan sebagian transfer teknologi dari Moskow untuk pengembangan rudal Sejjil,” ungkapnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.