Summarize the post with AI

Meskipun demikian, Buya Yahya menambahkan bahwa melaksanakannya secara berurutan tetap lebih utama. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang menganjurkan untuk segera melaksanakan kebaikan tanpa menunda-nunda.

“Menyelesaikannya dengan cepat lebih baik, karena menunda-nunda amal kebaikan berisiko kehilangan kesempatan. Namun, jika seseorang memulai puasa Syawal dari tanggal 12 dan melaksanakannya secara terpisah, tetap sah dan mendapatkan pahala penuh,” paparnya.

Mengutamakan Adab di Atas Ibadah Sunah

Dalam penjelasannya, Buya Yahya juga menyoroti pentingnya mempertimbangkan konteks sosial saat melaksanakan ibadah sunah. Ia memberikan contoh ketika seseorang berkunjung ke rumah orang tua atau guru yang telah menyiapkan hidangan istimewa.

“Jangan sampai kita bersikap kaku dalam ibadah sunah hingga mengabaikan perasaan orang tua atau guru. Jika ibu kita sudah memasak dengan penuh kasih sayang, menyenangkan hatinya dengan makan bersama bisa lebih utama daripada melanjutkan puasa sunah,” ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, sikap seperti ini justru mencerminkan pemahaman Islam yang komprehensif, bukan sekadar mengejar pahala tanpa mempertimbangkan dampak sosial.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________