Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS – Ulama terkemuka Buya Yahya memberikan penjelasan komprehensif mengenai pelaksanaan puasa sunah Syawal yang kerap menjadi pertanyaan umat Islam setelah berakhirnya bulan Ramadan.
Dalam kajiannya, Buya Yahya menegaskan bahwa pelaksanaan puasa Syawal memiliki batasan waktu yang jelas. Puasa sunah ini dimulai sejak tanggal 2 hingga akhir bulan Syawal. Ia menekankan bahwa berpuasa pada tanggal 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri justru diharamkan dalam Islam.
“Tanggal 1 Syawal haram untuk berpuasa. Bukan mendapat pahala, justru mendapat dosa. Ini menunjukkan bahwa dalam beribadah kita harus taat sepenuhnya kepada ketentuan Allah, bukan berdasarkan kekuatan atau keinginan pribadi,” tegas ulama yang akrab disapa Buya Yahya tersebut.
Tidak Harus Berurutan
Terkait tata cara pelaksanaannya, Buya Yahya merujuk pada pendapat Mazhab Syafi’i yang memberikan kelonggaran. Menurutnya, enam hari puasa Syawal tidak harus dilaksanakan secara berurutan atau tatabuk.
“Menurut Mazhab Syafi’i yang kita anut, enam hari puasa Syawal tidak harus dilakukan berturut-turut. Bahkan sebagian ulama memakruhkan pelaksanaan langsung mulai tanggal 2, karena khawatir umat menganggapnya sebagai kewajiban,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.