PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Peta persaingan industri layanan transportasi berbasis aplikasi (ride-hailing) di Indonesia memasuki babak baru. Zendo, layanan ojek online (ojol) yang diinisiasi oleh Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), mencatatkan pertumbuhan pesat dengan mengantongi izin operasional di 70 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia hingga penghujung tahun 2025.
Mengusung identitas ekonomi syariah dan pemberdayaan komunitas, Zendo tampil sebagai penantang serius bagi dua raksasa pasar, Gojek dan Grab, melalui pendekatan operasional yang lebih personal dan tersegmentasi.
Berbeda dengan kompetitor yang sepenuhnya bergantung pada ekosistem aplikasi seluler, Zendo menerapkan strategi aksesibilitas ganda. Selain aplikasi Android, Zendo mengandalkan integrasi WhatsApp sebagai kanal pemesanan.
Sistem ini memungkinkan konsumen berinteraksi langsung dengan admin wilayah untuk koordinasi penjemputan. Model ini dinilai efektif menjaring segmen pengguna yang menginginkan kemudahan tanpa harus mengunduh aplikasi tambahan, sekaligus memberikan sentuhan layanan yang lebih humanis.
Zendo secara eksplisit memposisikan diri sebagai platform berbasis nilai-nilai Islam. CEO Zendo, Lutfy Azizah, menekankan bahwa fokus utama perusahaan adalah menciptakan peluang kerja bagi masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, guna menekan angka pengangguran.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.