Summarize the post with AI

“Dari pengalaman saya, setiap tahun ruas jalan yang sama dianggarkan dengan panjang berbeda-beda. Ternyata, efisiensi terhadap proses lelang dan dokumentasi itu menghabiskan 30 persen anggaran. Waktu habis sekitar 40 persen, waktu kerja hanya 60 persen—kejar-kejaran terus,” ungkapnya.

Solusinya adalah melakukan tender satu kali untuk pekerjaan tiga tahun (2025-2027) dengan nilai kontrak besar. “Dari Rp3,7 triliun, Rp2,5 triliun kami alokasikan untuk jalan. Kami gambar semua jalan kewenangan provinsi, pilih yang LHR (Lalu Lintas Harian Rata-rata) tertinggi, paling banyak dilalui, dan paling rusak. Dari 2.000 km, kami seleksi 500 km yang paling layak dapat,” jelasnya.

Tender Besar dengan Kewajiban Konten Lokal

Untuk meningkatkan kualitas pekerjaan sekaligus memberdayakan kontraktor lokal, Andi Sudirman merancang sistem lelang dengan paket besar—Rp500 miliar per paket—dengan syarat ketat.

“Saya syaratkan hanya kontraktor yang pernah menangani proyek Rp400-500 miliar yang boleh ikut lelang. Tapi wajib menggandeng kontraktor lokal dengan porsi 40-50 persen sebagai local content, sehingga mereka belajar dan upgrade kemampuannya. Hasilnya, spek tetap bagus, dan kontraktor lokal ikut berkembang,” paparnya.

Fokus pada Pertanian: 70 Persen Penduduk adalah Petani

Andi Sudirman menekankan bahwa strategi pembangunan Sulawesi Selatan harus menyasar mayoritas penduduk, yakni petani yang mencapai 70 persen dari total populasi.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________