Summarize the post with AI
Meski demikian, Islam tidak pernah benar-benar lenyap dari Georgia. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 dan proklamasi kemerdekaan Georgia, kebebasan beragama kembali diperoleh. Masjid-masjid dibuka kembali, dan komunitas Muslim mulai memulihkan serta membangun tempat ibadah yang telah rusak atau difungsikan lain.
Masjid Jumah: Simbol Persatuan Langka
Di jantung kota tua Tbilisi, tepatnya di kawasan Abanotubani yang terkenal dengan pemandian belerang kunonya, berdiri Masjid Jumah. Masjid dengan fasad batu bata merah yang berpadu indah dengan ubin biru ini menyimpan keunikan yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Masjid Jumah adalah satu-satunya masjid di dunia di mana jamaah Sunni dan Syiah beribadah bersama dalam satu barisan. Dua mazhab yang sering dianggap berbeda dan terpisah dalam berbagai aspek justru bersatu di sini. Keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan teologis tidak harus menjadi penghalang bagi persatuan dan kedamaian.
Bangunan yang terlihat saat ini merupakan hasil rekonstruksi pada abad ke-19, meski keberadaannya telah berlangsung lebih lama. Arsitekturnya menggabungkan elemen tradisional Georgia dengan sentuhan arsitektur Islam yang sederhana namun elegan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.