Summarize the post with AI

Pada abad ke-11, Raja David IV yang dijuluki “David the Builder” berhasil merebut kembali Tbilisi dari kekuasaan Muslim pada 1122, menandai berakhirnya Emirat Tbilisi. Namun, komunitas Muslim tetap bertahan, khususnya di daerah perbatasan yang berhubungan langsung dengan wilayah Islam di selatan.

Ketika Kekaisaran Ottoman memperluas pengaruhnya ke Kaukasus pada abad ke-16, Islam kembali menemukan pijakan, khususnya di wilayah Ajara. Pengaruh Ottoman selama berabad-abad menyebabkan sebagian penduduk memeluk Islam, dan hingga kini Ajara tetap menjadi salah satu wilayah dengan komunitas Muslim signifikan.

Era Penindasan dan Kebangkitan Kembali

Kondisi berubah drastis ketika Georgia menjadi bagian Kekaisaran Rusia pada abad ke-19. Kebijakan rusifikasi berupaya mengikis identitas budaya dan agama lokal, termasuk Islam. Tekanan berlanjut dengan keras selama era Soviet setelah 1921.

Selama masa Soviet, kebebasan beragama sangat dibatasi. Masjid-masjid ditutup atau dialihfungsikan, tokoh agama diawasi ketat bahkan dipersekusi. Lebih tragis lagi, selama Perang Dunia II, banyak Muslim Georgia dari wilayah Ajara dan Meskhetia dideportasi ke Turki atau Asia Tengah sebagai bagian dari kebijakan relokasi etnis Stalin. Deportasi massal ini meninggalkan luka mendalam dan mengakibatkan hilangnya sebagian besar populasi Muslim di beberapa daerah.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________