Summarize the post with AI

Harmoni dalam Keberagaman

Keunikan Georgia semakin tampak dalam perpaduan budaya dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis. Mayoritas penduduk menganut Kristen Ortodoks yang telah menjadi identitas kuat bangsa ini sejak abad keempat, ketika agama tersebut ditetapkan sebagai agama resmi negara. Gereja-gereja bersejarah dengan arsitektur khas Georgia, seperti Katedral Svetitskhoveli di Mtskheta dan Gereja Jvari, menjadi bukti nyata warisan keagamaan yang mendalam.

Meski demikian, keragaman agama di Georgia tidak terbatas pada Kristen. Sekitar 10 persen penduduk memeluk Islam, terutama di wilayah Ajara dan beberapa bagian Tbilisi. Selain itu, komunitas Yahudi yang telah bermukim selama berabad-abad turut memperkaya mozaik multikultural negara ini, menjadikan Georgia sebagai jembatan budaya antara Eropa dan Asia.

Jejak Panjang Islam di Georgia

Sejarah Islam di Georgia dimulai pada tahun 645 Masehi ketika pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab menaklukkan sebagian Georgia Timur. Kehadiran Muslim mengawali fase baru dalam sejarah negara yang sebelumnya didominasi tradisi Kristen Ortodoks.

Dari abad ke-8 hingga ke-11, Tbilisi bahkan menjadi ibu kota Emirat Tbilisi di bawah kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah. Emirat ini berkembang menjadi pusat perdagangan penting dan persinggahan strategis dalam jalur perdagangan antara Timur Tengah dan Eropa. Meski pengaruh politik Islam kuat, masyarakat Georgia tetap mempertahankan identitas Kristen mereka.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________