PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Harga komoditas logam mulia, emas dan perak, dilaporkan mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, 22 Desember. Kenaikan tajam ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik global serta ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Rekor Harga Emas dan Perak
Dalam perdagangan intraday, harga emas spot berhasil menembus level USD 4.420 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas di New York Mercantile Exchange (NYMEX) melampaui angka USD 4.450 per troy ounce, yang menjadi pencapaian tertinggi sepanjang masa (all-time high).
Tidak hanya emas, harga perak juga menunjukkan tren penguatan yang signifikan. Kontrak berjangka perak di NYMEX melonjak hampir 3%, menembus level USD 69,5 per troy ounce, yang juga merupakan rekor tertinggi baru.
Faktor Pendorong Utama
Berdasarkan laporan Bloomberg News, lonjakan harga ini disebabkan oleh dua faktor utama:
- Ketegangan Geopolitik: Meningkatnya tensi global dalam beberapa pekan terakhir mendorong investor untuk beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas dan perak guna melindungi nilai kekayaan mereka.
- Ekspektasi Penurunan Suku Bunga: Pasar memprediksi Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun 2026, menyusul rilis data ekonomi AS pekan lalu.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.