PUNGGAWARAMADHAN, Ketika perintah puasa Ramadhan diturunkan, Rasulullah ๏ทบ langsung menjelaskan kepada para sahabat bahwa puasa umat Islam memiliki keistimewaan khusus yang tidak dimiliki ibadah puasa sebelumnya. Penegasan ini sekaligus menjadi jawaban atas klaim sebagian Ahli Kitab di Madinah yang menganggap puasa mereka lebih utama.

Allah ๏ทป berfirman:

โ€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.โ€
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi ibadah istimewa yang dirancang Allah untuk melahirkan ketakwaan.


1. Puasa Ramadhan adalah Ibadah yang Spesial (As-Shiyฤm)

Dalam hadits shahih, Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œAsh-shiyฤmu junnahโ€
โ€œPuasa itu adalah perisai.โ€ (HR. Bukhari & Muslim)

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Al-Qurโ€™an menggunakan kata โ€œash-shiyฤmโ€, bukan โ€œshaumโ€ secara umum.

  • Shaum bermakna menahan diri secara umum (misalnya menahan bicara seperti yang dilakukan Maryam).
  • Shiyฤm adalah puasa dengan aturan khusus: niat, waktu, larangan, dan tuntunan syariat yang jelas.

Karena dilakukan sesuai aturan Allah, maka puasa Ramadhan menjadi ibadah istimewa yang efeknya langsung melekat pada pelakunya.


2. Puasa Ramadhan Melahirkan Perisai dari Setan (Junnah)

Kata junnah (perisai), jin, dan jannah memiliki akar huruf yang sama (ุฌ ู† ู†) yang bermakna tertutup atau tersembunyi.

  • Jin disebut demikian karena tidak terlihat.
  • Jannah (surga) belum tampak sekarang.
  • Junnah (perisai) bekerja melindungi tanpa terlihat.

Puasa Ramadhan yang dilakukan dengan benar akan melahirkan perlindungan batin dari godaan setan. Inilah makna firman Allah:

โ€œโ€ฆagar kalian bertakwa.โ€
(QS. Al-Baqarah: 183)

Takwa berasal dari kata wiqฤyah, yang berarti perlindungan. Maka orang yang sukses puasanya:

  • Lebih mudah meninggalkan maksiat
  • Lebih terdorong melakukan amal shalih
  • Lebih terkendali emosinya

Inilah sebabnya di bulan Ramadhan, banyak orang yang biasanya mudah marah, berdusta, atau lalai, justru mampu menahan diri.


3. Ramadhan adalah Bulan Pelipatgandaan Pahala Tanpa Batas

Dalam hadits qudsi, Allah ๏ทป berfirman:

โ€œSetiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.โ€
(HR. Bukhari & Muslim)

Secara umum, satu kebaikan dibalas 10 kali lipat (QS. Al-Anโ€™am: 160).
Namun puasa Ramadhan tidak memiliki batas hitungan pahala, karena Allah sendiri yang menilainya berdasarkan keikhlasan.

Bahkan membaca Al-Qurโ€™an:

  • Satu huruf = 10 kebaikan
  • Di bulan Ramadhan, pahala ini dilipatgandakan lebih besar lagi

Tidak heran Rasulullah ๏ทบ memperbanyak tilawah Al-Qurโ€™an di bulan Ramadhan, bahkan Jibril menemani beliau tadarus setiap tahun, dan dua kali khatam di tahun wafatnya.


4. Ramadhan adalah Bulan Ampunan dan Doa yang Mustajab

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œBarang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ€
(HR. Bukhari & Muslim)

Keistimewaan Ramadhan:

  • Ampunan di siang hari melalui puasa
  • Ampunan di malam hari melalui qiyam Ramadhan (tarawih dan ibadah malam)

Ramadhan adalah ibadah paket lengkap:
siang berpuasa, malam beribadah.

Selain itu, doa orang yang berpuasa memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œTiga doa yang tidak tertolak: doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi.โ€
(HR. Tirmidzi)

Allah menegaskan keistimewaan doa di bulan Ramadhan dalam QS. Al-Baqarah ayat 186, yang diletakkan tepat di tengah-tengah ayat puasaโ€”sebagai isyarat bahwa Ramadhan adalah bulan percepatan doa.


Penutup

Empat keistimewaan utama Ramadhan adalah:

  1. Ibadah puasa yang spesial dan terikat aturan syariat
  2. Perisai dari godaan setan
  3. Pelipatgandaan pahala tanpa batas
  4. Ampunan dosa dan doa yang mustajab siang dan malam

Karena itu, Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali. Barang siapa menjumpai Ramadhan namun tidak memperoleh ampunan Allah, maka ia benar-benar merugi.

Semoga Allah ๏ทป memampukan kita menyambut dan menjalani Ramadhan dengan iman, ilmu, dan amal terbaik. Aamiin.


_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________