“Di Palestina, baik di Gaza maupun Tepi Barat, masyarakat juga menggunakan teropong untuk melihat hilal. Begitu hilal terlihat dan Ramadan diumumkan, orang-orang langsung bergembira dengan bertakbir dan berzikir,” paparnya mengenai tradisi yang berlangsung di tanah kelahirannya.
Kesamaan metode ini, menurut Abdul Fattah, semakin mempererat rasa persaudaraan antara kedua bangsa yang telah lama menjalin hubungan diplomatik.
Persiapan Ramadan yang Penuh Makna
Ditanya mengenai persiapannya menyambut bulan Ramadan di Indonesia, Duta Besar Palestina menyebutkan telah menyiapkan berbagai keperluan, termasuk kurma—buah khas yang menjadi tradisi untuk berbuka puasa.
“Kami sudah menyiapkan kurma dan berbagai kebutuhan lainnya untuk menjalani ibadah puasa,” jelasnya.
Yang menarik, Abdul Fattah menekankan bahwa meskipun fisiknya baru sebulan berada di Indonesia, secara emosional ia merasa sangat dekat dan tidak asing dengan negeri ini. Alasannya sederhana namun menyentuh.
“Saya tidak merasa asing di Indonesia karena saya merasa bahwa Indonesia dan Palestina adalah saudara. Kedekatan ini membuat saya merasa seperti di rumah sendiri,” tuturnya dengan penuh kehangatan.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.