“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8.000 itu. Total (tentaranya) 20 ribu,” ujar Prasetyo saat ditanya mengenai rencana pengiriman tersebut.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan lokasi penempatan pasukan, termasuk terkait kemungkinan penugasan di wilayah Rafah.
Menurut Prasetyo, Indonesia saat ini masih berada pada tahap persiapan sambil menunggu tercapainya kesepakatan internasional sebagai dasar hukum pengerahan pasukan perdamaian.
“Kita baru mempersiapkan diri saja. Kalau suatu waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian, tentu itu sebagai sebuah komitmen akan kita lakukan,” tegasnya.
Hingga kini, pemerintah Indonesia belum mengumumkan keputusan final terkait partisipasi dalam misi ISF di Gaza.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.