Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, HORMUZ — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mengirimkan sinyal mengkhawatirkan ke pasar energi global. Dua kapal tanker minyak berukuran raksasa yang sedang dalam perjalanan menuju Teluk Persia tiba-tiba membatalkan pelayaran mereka di Selat Hormuz pada Minggu (12/4/2026), bertepatan persis dengan runtuhnya meja perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad.
Kejadian ini menambah daftar panjang insiden serupa yang mencerminkan betapa labilnya kondisi keamanan di salah satu jalur pelayaran paling vital di muka bumi tersebut.
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dipantau sejak Sabtu malam, tiga kapal tanker minyak mentah kelas Very Large Crude Carrier (VLCC) bergerak mendekati selat sempit itu dari arah Teluk Oman. Ketiganya tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Iran. Pada Minggu dini hari, ketiga kapal itu tiba di sekitar perairan Pulau Larak, Iran, yang secara efektif berfungsi sebagai titik pemeriksaan bagi kapal-kapal yang hendak masuk ke Teluk Persia.
Di titik inilah dua di antaranya memilih mundur. Agios Fanourios I, yang sedianya berlayar menuju Irak, dan Shalamar berbendera Pakistan yang bertujuan ke Pulau Das di Uni Emirat Arab, keduanya berbalik haluan tanpa melanjutkan perjalanan. Pembalikan arah ini terjadi tepat pada saat para negosiator di Islamabad mengumumkan kegagalan mereka merumuskan kesepakatan bersama antara Washington dan Teheran.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.