PUNGGAWANEWS, TOKYO – Penguatan dolar Amerika Serikat mencuri perhatian pasar setelah The Fed memangkas suku bunga, memicu ketidakstabilan mata uang rupiah yang berpotensi melemah lebih lanjut. Ini terjadi seiring pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap langkah kebijakan bank sentral AS dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Langkah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) sebesar seperempat poin persen diputuskan hari Rabu, dan disertai indikasi bahwa masih akan ada penurunan suku bunga lanjutan dalam sisa tahun ini. Namun demikian, The Fed juga menekankan bahwa mereka tidak akan terburu-buru dalam melonggarkan kebijakan moneter lebih jauh karena masih ada tekanan pada tenaga kerja dan inflasi yang harus diwaspadai.
Dampak ke Rupiah
- Nilai tukar: Menurut laporan Bloomberg, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat pelemahan rupiah sebesar 0,27% ke posisi sekitar Rp16.430 per dolar AS pada penutupan pasar hari Rabu.
- Prediksi: Di pagi hari berikutnya, rupiah diperdagangkan di sekitar Rp16.518 per dolar, menunjukkan tekanan berlanjut terhadap mata uang lokal.
Faktor Pemicu & Aspek yang Perlu Diwaspadai
- Kebijakan Federal Reserve
The Fed memangkas suku bunga sebagai bagian dari upaya manajemen risiko terhadap pertumbuhan pasar tenaga kerja yang melemah dan inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. - Ekspektasi Dot-Plot
Dot-plot ekspektasi pasar menunjukkan adanya kemungkinan pemangkasan tambahan, baik di sisa tahun ini maupun di tahun mendatang, dengan catatan situasi ekonomi dan pasar tenaga kerja terus dipantau - Ketergantungan Rupee Lokal pada Kebijakan Global
Karena nilai rupiah sangat dipengaruhi oleh arus modal, kondisi global seperti perbedaan suku bunga, stabilitas ekonomi AS, dan kebijakan luar negeri, akan sangat menentukan pergerakan rupiah ke depan.
Pelemahan rupiah ini mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah dan pelaku ekonomi dalam menjaga stabilitas finansial. Langkah-langkah mitigasi seperti pengelolaan cadangan devisa, kebijakan subsidi energi, serta dukungan pada sektor ekspor dan industri harus diperkuat agar tekanan mata uang asing tidak berdampak negatif luas
Pasar tetap akan memantau rapat-rapat The Fed selanjutnya, data ketenagakerjaan AS, serta keputusan suku bunga di berbagai negara lain, sebagai indikator utama arah pergerakan rupiah dalam waktu dekat.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.