BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

Meski demikian, budaya bersepeda ke sekolah belum sepenuhnya sirna. Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mencatat ada satu sekolah dasar di Jakarta dengan 40 siswa yang secara rutin mengayuh sepeda menuju kelas, dengan frekuensi tiga hingga lima kali seminggu, bahkan sebagian melakukannya setiap hari. Temuan ITDP menegaskan bahwa kebiasaan ini masih bisa tumbuh, dengan syarat ada dukungan sekolah, jarak yang wajar, dan lingkungan yang aman. Sayangnya, kondisi seperti itu masih bersifat lokal dan sporadis.

Jika Indonesia berkaca pada Jepang, kontrasnya terasa tajam. Di banyak kota Jepang, siswa sekolah dasar berjalan kaki ke sekolah bukan karena terpaksa, melainkan karena sistem memang dirancang demikian. Sekolah tidak menyediakan antar-jemput, jalur pejalan kaki dan pesepeda tertata aman, dan kemandirian mobilitas sejak dini dipandang sebagai bagian integral dari pendidikan itu sendiri. Siswa SMP dan SMA umumnya bersepeda atau menggunakan transportasi publik, sementara penggunaan kendaraan pribadi nyaris tidak ada.

Pola yang beragam juga ditemukan di negara-negara Asia lainnya. Di China, meskipun sepeda kini mulai tergeser oleh motor listrik dan kendaraan bermotor, penggunaannya untuk jarak dekat masih cukup signifikan. Vietnam masih mempertahankan budaya bersepeda di kota-kota kecil, meski kota-kota besar mulai mengalami pergeseran serupa dengan Indonesia. Di India, sepeda bahkan menjadi moda utama pelajar di wilayah pedesaan, didukung program bantuan sepeda dari pemerintah daerah. Dibandingkan negara-negara itu, Indonesia dinilai lebih cepat beralih ke kendaraan bermotor, bahkan untuk perjalanan jarak dekat sekalipun.

Di balik aspek budaya dan infrastruktur, ada hitungan ekonomi yang sering luput dari perhatian. Dengan asumsi biaya operasional motor berkisar antara Rp250 hingga Rp350 per kilometer, sementara sepeda hanya membutuhkan biaya Rp0 hingga Rp50 per kilometer, selisihnya mencapai Rp200 hingga Rp300 per kilometer. Bagi pelajar yang menempuh jarak lima kilometer satu arah atau sepuluh kilometer pulang-pergi, pengeluaran menggunakan motor bisa mencapai Rp66.000 per bulan, berbanding Rp11.000 jika bersepeda. Dalam setahun, satu anak bisa menghemat sekitar Rp660.000. Jika dalam satu keluarga ada dua anak, penghematan itu bisa menembus Rp1,3 juta per tahun, angka yang jauh dari sepele di tengah tekanan ekonomi rumah tangga.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________