PUNGGAWANEWS, Ulama kharismatik Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai hukum senam bagi kaum perempuan di ruang terbuka seperti lapangan. Pertanyaan datang dari seorang jamaah asal Cirebon yang menanyakan kebolehan aktivitas olahraga tersebut.
Menurut Buya Yahya, senam bagi perempuan di lapangan pada dasarnya diperbolehkan dengan sejumlah ketentuan syariat. Syarat utamanya adalah aktivitas tersebut dilakukan di tengah sesama perempuan tanpa kehadiran laki-laki yang bukan mahram.
“Kalau senam dilakukan di kalangan ibu-ibu saja, tidak ada laki-laki yang menyaksikan gerakan-gerakannya, maka hal itu diperbolehkan,” ujar Buya Yahya dalam kanal YouTube resminya.
Ketentuan Menutup Aurat
Meski dilakukan sesama perempuan, Buya Yahya menegaskan pentingnya menjaga batasan aurat. Menurutnya, area antara pusar hingga lutut wajib tertutup meskipun berada di tengah kaum perempuan.
Sang ulama juga mengingatkan agar gerakan senam yang dipilih haruslah gerakan yang layak dan tidak meninggalkan rasa malu sebagai identitas perempuan muslimah. “Perempuan yang semakin memiliki rasa malu akan semakin mulia. Jangan sampai gerakan olahraga justru memamerkan hal-hal yang tidak seharusnya ditampilkan,” tegasnya.
Anjuran Mendirikan Sanggar Senam Islami
Lebih jauh, Buya Yahya menganjurkan umat Islam yang memiliki kemampuan untuk mendirikan fasilitas olahraga khusus perempuan dengan konsep Islami. Hal ini menurutnya termasuk kewajiban bagi mereka yang memiliki rezeki berlebih.
“Membuat sanggar senam yang besar dengan prinsip Islami adalah kewajiban kita. Begitu juga dengan kolam renang khusus muslimah. Ini investasi yang sangat baik,” paparnya.
Buya Yahya menekankan bahwa pengelolaan fasilitas tersebut harus dijaga dengan ketat. Mulai dari petugas yang semuanya perempuan, hingga aturan berpakaian yang ketat untuk menjaga kehormatan.
Pentingnya Kesehatan Jasmani
Dalam kesempatan tersebut, Buya Yahya juga menyinggung pentingnya menjaga kesehatan jasmani bagi kaum perempuan. Ia mencontohkan generasi terdahulu yang memiliki daya tahan tubuh lebih baik karena aktivitas fisik yang rutin, meski tidak mengenal senam modern.
“Dulu nenek moyang kita berjalan meniti pematang sawah, bekerja di ladang, mengeluarkan keringat. Makanya mereka awet dan sehat hingga usia lanjut. Sekarang di usia 40-an sudah banyak penyakit,” ujarnya mengingatkan.
Buya Yahya menambahkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari syukur kepada Allah. Namun ia mengingatkan agar dalam mencari kesehatan jasmani, jangan sampai melanggar aturan agama yang justru merusak kesehatan spiritual.
“Carilah kesehatan jasadmu, tapi jangan sampai merusak akhirat dengan bermaksiat kepada Allah. Kecantikan itu dipelihara untuk suami, bukan untuk dipamerkan,” pungkas Buya Yahya mengakhiri penjelasannya.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.