BERITA TERKINI
PUNGGAWANETWORK

Summarize the post with AI

Di sisi lain, kalangan akademisi dan praktisi pangan turut menyuarakan keprihatinan sekaligus rekomendasi konkret. Ahli Teknologi Pangan, Yuyun Anwar, menyebut bahwa banyak mitra pelaksana MBG belum sepenuhnya memahami standar teknis pengolahan pangan dalam skala besar, sebuah kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko serius jika tidak segera diatasi.

“Badan Gizi Nasional memang sudah memberikan panduan dasar melalui program pra-syarat. Namun, penerapan aspek teknis penting seperti pemecahan masalah dan langkah pencegahan masih perlu dioptimalkan. Kalau tidak segera dibenahi, program yang sebenarnya bagus ini justru bisa menuai kritik besar,” tutur Yuyun, Sabtu, 4 April 2026.

Yuyun secara khusus mendorong penerapan sistem Cold Chain Catering atau katering rantai dingin dalam ekosistem distribusi MBG. Sistem ini bekerja dengan menjaga suhu produk tetap stabil sejak proses produksi hingga makanan sampai ke tangan penerima. Melalui metode ini, kesegaran pangan dapat terjaga, kontaminasi dapat dicegah, dan potensi pemborosan dapat ditekan secara signifikan.

Relevansi sistem tersebut diperkuat oleh temuan ilmiah. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Food Protection mengungkapkan bahwa kesalahan pengelolaan suhu pada rentang 5 hingga 60 derajat Celsius menjadi penyebab utama lebih dari 70 persen insiden keamanan pangan dalam layanan katering skala besar. Dengan mendinginkan makanan secara cepat pasca pemasakan dan mempertahankannya pada suhu rendah selama distribusi, pertumbuhan bakteri patogen dapat ditekan secara signifikan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________