Summarize the post with AI

Ia mengungkapkan, kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Setelah diolah, jumlah tersebut menghasilkan sekitar 400 ribu barel BBM siap pakai, sehingga sisanya masih harus dipenuhi melalui impor.

Dalam kondisi krisis, Arcandra menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki cadangan produksi domestik yang dapat dimanfaatkan dengan skala prioritas. Distribusi energi harus difokuskan pada sektor-sektor vital seperti transportasi umum dan layanan kesehatan.

“Jika krisis energi terjadi, itu bukan berarti kiamat bagi Indonesia. Yang penting adalah strategi pengelolaan dan prioritas penggunaan energi,” ujarnya.

Salah satu langkah yang dinilai efektif untuk menekan konsumsi BBM adalah penerapan WFH. Dengan berkurangnya mobilitas masyarakat, konsumsi bahan bakar dapat ditekan secara signifikan. Ia juga mencontohkan bahwa kebijakan serupa telah mulai diterapkan di Filipina sebagai respons terhadap potensi krisis energi.

Selain itu, Arcandra menekankan pentingnya kesiapan skenario kebijakan yang disusun jauh hari, baik saat harga minyak naik maupun turun. Dengan demikian, pemerintah dapat bertindak cepat tanpa perlu perdebatan panjang ketika krisis terjadi.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________