Summarize the post with AI
PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menilai kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dapat menjadi langkah tepat jika terjadi krisis energi, khususnya krisis minyak. Hal itu disampaikannya dalam sebuah wawancara terkait dinamika ketahanan energi global dan dampaknya terhadap Indonesia.
Arcandra menjelaskan, krisis energi tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dan jalur distribusi, tetapi juga faktor keuangan negara. Ia mencontohkan kondisi yang terjadi di Kuba, di mana ketersediaan energi sebenarnya ada, namun keterbatasan fiskal membuat distribusi bahan bakar terganggu.
Menurutnya, dalam industri energi global terdapat dua lapisan strategi, yakni “panggung depan” yang berkaitan dengan perdagangan terbuka, serta “panggung belakang” yang melibatkan kekuatan politik, kekuasaan, dan strategi ekonomi antarnegara. Ia mencontohkan bagaimana Rusia tetap memperoleh keuntungan di tengah sanksi Barat dengan menjual minyak diskon kepada India dan Cina, yang kemudian mengolah dan menjual kembali ke pasar global.
Lebih lanjut, Arcandra menyoroti strategi China dalam mengamankan pasokan energi melalui pendekatan teknokratik, seperti pembangunan infrastruktur di Venezuela dan Iran dengan skema pembayaran berbasis minyak. Strategi ini dinilai efektif tanpa harus menggunakan kekuatan militer.
Dampak ketegangan geopolitik juga dirasakan di kawasan Asia, terutama jika terjadi gangguan di jalur vital seperti Selat Hormuz. Indonesia, kata Arcandra, sangat bergantung pada impor energi, termasuk LPG dari kawasan Teluk, sehingga gangguan distribusi dapat memicu kenaikan harga akibat persaingan dengan negara lain seperti India.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.