Summarize the post with AI
Ironisnya, beberapa hari sebelum pembukaan kembali, ketegangan justru dipanaskan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang memaksakan diri memasuki kompleks Al-Aqsa pada Minggu, 6 April 2026, di saat kawasan tersebut masih berstatus tertutup. Provokasi itu menuai kecaman keras dari berbagai kalangan, baik di tingkat regional maupun internasional.
Cakupan penutupan pun tak berhenti pada simbol Islam semata. Gereja Makam Kudus, situs yang dianggap paling sakral oleh umat Kristen di seluruh dunia, juga ikut ditutup selama periode yang sama — menjadikan Yerusalem seolah kota yang kehilangan denyut spiritualnya selama hampir enam pekan.
Meski pemerintah Israel telah memperpanjang status darurat hingga pertengahan April 2026, belum ada penjelasan resmi mengenai apakah pembatasan akses serupa akan kembali diterapkan. Ketidakpastian itu masih membayangi, namun bagi jemaah yang Kamis pagi ini akhirnya bisa kembali bersujud di Al-Aqsa, setidaknya hari ini membawa satu jawaban yang mereka nantikan dengan sepenuh hati.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.