Summarize the post with AI
Di sisi positif, ADB mencatat bahwa fondasi ekonomi kawasan masih ditopang oleh kondisi pasar tenaga kerja yang terjaga, realisasi belanja infrastruktur yang berjalan, serta orientasi kebijakan yang cenderung akomodatif.
Ketidakpastian perdagangan global juga kembali mengemuka. Pada Februari 2026, Amerika Serikat memberlakukan tarif global sebesar 10% selama 150 hari dengan potensi eskalasi hingga 15%. Kebijakan itu mungkin mendorong gelombang ekspor jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang justru berpotensi menghambat iklim investasi kawasan akibat tingginya ketidakpastian yang ditimbulkan.
Perlambatan terlihat merata di seluruh subkawasan. Konsumsi di China masih lemah akibat pertumbuhan pendapatan yang terbatas dan tekanan berkepanjangan di sektor properti. India masih mencatatkan pertumbuhan yang relatif kuat. Sementara kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tetap bertumpu pada konsumsi domestik dan belanja infrastruktur sebagai penyangga utama di tengah pelemahan perdagangan global yang masih membayangi.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.