Summarize the post with AI

Wasiat Terakhir di Bawah Tembok Musuh

Pasukan Muslim bergerak menuju Konstantinopel. Di bawah komando Yazid bin Muawiyah, mereka mengepung kota itu. Derap kaki pasukan mengguncang bumi. Panah beterbangan seperti hujan besi. Teriakan perang bersahutan dengan doa-doa di kemah militer.

Namun di tengah kepungan itu, tubuh Abu Ayyub yang sudah renta akhirnya menyerah. Ia jatuh sakit parah. Para prajurit mengelilinginya dengan penuh hormat. Yazid datang menjenguk dan bertanya dengan lembut: “Wahai Abu Ayyub, apakah ada wasiat terakhir yang engkau inginkan?”

Jawaban Abu Ayyub membuat seluruh kemah terdiam.

Ia tidak meminta dibawa pulang ke Madinah. Ia tidak meminta dimakamkan dekat keluarga atau di tanah kelahirannya. Ia berkata: “Jika aku wafat, bawalah jasadku sejauh mungkin ke dalam wilayah musuh, dan kuburkan aku di bawah tembok Konstantinopel.”

Bayangkan sikap mental seperti itu. Bahkan setelah nyawanya melayang, ia masih ingin berada di garis depan perjuangan.

Beberapa hari kemudian, Abu Ayyub menghembuskan napas terakhir. Pasukan Muslim menepati wasiatnya dengan penuh keberanian. Di tengah situasi perang yang tegang, mereka maju mendekati tembok Konstantinopel dan menguburkan jasad sahabat agung itu di tanah yang pada saat itu masih dikuasai musuh.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM