Summarize the post with AI
Usia 80 Tahun, Menantang Konstantinopel
Waktu terus berlalu. Rambut Abu Ayyub memutih. Banyak sahabat Nabi telah kembali ke Rahmatullah. Namun semangatnya? Masih seperti pemuda yang baru mendengar seruan jihad berkumandang.
Pada masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan, dilancarkan ekspedisi militer besar-besaran menuju Konstantinopel—benteng raksasa Kekaisaran Bizantium yang selama berabad-abad dianggap hampir mustahil untuk ditaklukkan. Tembok kota itu menjulang tinggi, menara-menara pengawasnya kokoh, dan pasukan bizantium terlatih dengan persenjataan canggih untuk zamannya.
Dan di tengah persiapan ekspedisi itu, Abu Ayyub mengangkat tangan dan berkata: “Aku ikut.”
Usianya hampir delapan puluh tahun.
Banyak orang pada usia itu sibuk mengatur pola makan, memantau tekanan darah, dan menghindari aktivitas berat. Abu Ayyub? Ia justru memeriksa pedang dan pelananya, memastikan semuanya siap untuk medan perang.





Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.