Summarize the post with AI

Baiat di Aqabah: Sumpah yang Dibayar dengan Nyawa

Nama Abu Ayyub mulai bersinar terang ketika ia menjadi salah satu dari sekitar tujuh puluh orang Anshar yang ikut dalam Baiat Aqabah Kedua. Pertemuan rahasia di tengah malam itu bukan pertemuan politik biasa yang diisi dengan retorika manis namun hampa. Ini adalah perjanjian yang dibayar dengan pengorbanan sejati—bukan janji yang berakhir dengan kalimat defensif: “Maaf, program tertunda karena faktor eksternal yang tidak dapat kami kontrol.”

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, seluruh penduduk Anshar berlomba-lomba menawarkan rumah mereka. Semua berharap unta Nabi berhenti di depan pintu mereka. Namun Rasulullah bersabda dengan bijak, “Biarkan unta ini berjalan, karena ia dalam bimbingan (Allah).”

Dan unta itu berhenti tepat di depan rumah Abu Ayyub al-Anshari.

Jika ada media sosial pada masa itu, wajah Abu Ayyub yang penuh syukur, terkejut, dan haru itu mungkin akan menjadi viral dalam sekejap. Namun kebahagiaan yang ia rasakan bukan untuk dipamerkan—ia adalah anugerah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM