PUNGGAWANEWS, SINJAI – Kebijakan pemugaran tempat tinggal untuk keluarga prasejahtera yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sinjai lewat Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan telah menyentuh kehidupan rakyat di berbagai penjuru wilayah, hingga ke kampung-kampung terpencil.

Fandi Hasbullah, penduduk Dusun Bonto Manai di Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, merupakan salah satu dari puluhan kepala keluarga yang merasakan dampak langsung program ini. Pria tersebut mengaku terharu dengan perubahan kondisi tempat tinggalnya.

Sebelum mendapat bantuan, kondisi kediamannya sangat memprihatinkan—struktur dinding yang hampir rubuh, genteng bocor di mana-mana, serta alas rumah yang masih berupa tanah keras.

“Kondisi tempat tinggal saya dulu sangat memprihatinkan. Namun berkat perhatian Ibu Bupati Ratnawati dan Bapak Wakil Bupati A. Mahyanto, kini keluarga kami menghuni rumah yang memenuhi standar kesehatan dan keamanan,” kata Fandi dengan nada penuh emosi, Kamis.

Menurutnya, program ini melampaui makna perbaikan bangunan semata. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah daerah benar-benar hadir untuk masyarakat di wilayah terluar sekalipun.

“Kami yang berada di ujung kabupaten merasa tidak terlupakan. Kegembiraan ini semoga bisa dirasakan lebih banyak keluarga di Sinjai. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh jajaran Disperkimtan,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

Target 103 Unit, Dana Stimulan Naik Jadi Rp25 Juta

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Sinjai, A. Syarifuddin, menjelaskan bahwa di tahun pertama pemerintahan Bupati Ratnawati-Wakil Bupati A. Mahyanto, program renovasi hunian tidak layak telah menyasar 103 unit rumah milik keluarga kurang mampu yang tersebar di berbagai kecamatan.

Dari jumlah tersebut, sumber pendanaan berasal dari tiga sumber berbeda: 10 unit dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), 90 unit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta 3 unit melalui dana Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Sinjai.

Yang menarik, pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Sinjai ini mengungkapkan adanya penyesuaian signifikan dalam cakupan perbaikan tahun ini.

“Bila periode sebelumnya pembenahan hanya terbatas pada atap, lantai, dan dinding, kini kami memperluas cakupan hingga meliputi area dapur dan fasilitas sanitasi. Karena itu, anggaran per unit ditingkatkan menjadi Rp25 juta,” papar Syarifuddin.

Fokus pada Rumah Sehat untuk Cegah Stunting

Penambahan komponen sanitasi dalam program ini bukan tanpa alasan. Menurut Syarifuddin, pendekatan holistik dalam menciptakan hunian layak menjadi prioritas tahun ini sebagai bagian dari strategi pencegahan masalah gizi dan tumbuh kembang anak.

“Periode sebelumnya aspek sanitasi belum tersentuh. Kini kami menghadirkan konsep rumah sehat secara menyeluruh. Ini merupakan langkah preventif dalam memerangi stunting dan kekurangan gizi di kalangan masyarakat,” tegasnya.

Dengan pendekatan komprehensif ini, Pemkab Sinjai berharap program renovasi rumah tidak hanya mengubah fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat penerima manfaat secara berkelanjutan.

Program ini diharapkan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga semakin banyak keluarga prasejahtera di Kabupaten Sinjai yang dapat menempati hunian yang layak dan sehat. (adv)

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________