PUNGGAWANEWS, SINJAI – Pemerintah pusat menetapkan enam daerah di Sulawesi Selatan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap pertama tahun 2025. Keputusan tersebut tertuang dalam Kepmen KP Nomor 55 Tahun 2025 dengan daerah meliputi Makassar, Takalar, Bone, Bulukumba, Jeneponto, dan Sinjai.

Penetapan Sinjai dinilai strategis mengingat Bumi Panrita Kitta memiliki pesisir yang luas dan kontribusi signifikan di sektor perikanan Sulawesi Selatan. Program KNMP sendiri dirancang untuk menghadirkan kampung nelayan modern dengan fokus pada penguatan rantai pasok, peningkatan nilai tambah produk laut, perbaikan infrastruktur, hingga pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.

Kepala Bidang Pembangunan Kenelayanan Dinas Perikanan Sinjai, Budi, mengungkapkan bahwa progres pembangunan sudah berjalan. “Per Jumat (26/9/2025), dilakukan MC 0 di Desa Tongke-Tongke. Pengukuran kawasan telah dimulai, meski desain prototipe masih dalam tahap penyeragaman oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia optimis KNMP akan membawa dampak positif. “Pembangunan ini adalah langkah awal untuk menghadirkan kampung nelayan modern di Sinjai. Kami yakin proyek ini akan memperkuat ekonomi pesisir dan memberi wajah baru bagi kawasan nelayan,” tambahnya.

Akademisi bidang kelautan dan perikanan, Dr. Ridha Alamsyah, S.Pi., M.Si, menilai penetapan Sinjai sebagai lokasi KNMP merupakan langkah strategis dalam pembangunan ekonomi biru dan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Sinjai memiliki ekosistem pesisir kompleks, mulai dari mangrove Tongke-Tongke, padang lamun Pulau Sembilan, hingga terumbu karang di Teluk Bone. “Potensi ini menjadikan Sinjai ideal sebagai laboratorium hidup untuk model kampung nelayan modern yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan ilmiah berbasis data, meliputi pemetaan stok ikan, kajian sosial ekonomi nelayan, serta desain tata ruang ekologis. Pemilihan Tongke-Tongke juga dinilai tepat karena dikenal dengan hutan mangrove rakyat yang berhasil direhabilitasi dan komunitas nelayannya adaptif terhadap inovasi. Namun, ia mengingatkan agar prototipe nasional tidak mengabaikan konteks lokal dan partisipasi aktif masyarakat.

Program KNMP diharapkan menjadi momentum penting bagi Sinjai untuk memperkuat ekonomi pesisir, menegaskan identitas bahari, sekaligus menjadi model nasional kampung nelayan modern berkelanjutan.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________