PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX tahun 2025 telah resmi ditutup dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Auditorium Hasanuddin, Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN Makassar, pada Jum’at (12/9) pagi.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Lembaga Administrasi Negara Dr. Muhammad Taufiq, DEA; Sekretaris Utama LAN, Dr. Andi Taufik, M.Si beserta jajaran pejabat tinggi, serta sejumlah tamu undangan dari instansi pusat maupun daerah.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Kepala Pusjar SKMP LAN, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., menyampaikan laporan resmi terkait pelaksanaan dan komposisi peserta PKN Tingkat II Angkatan IX. Dalam laporannya, ia merinci bahwa pelatihan angkatan ini diikuti oleh 63 peserta dari berbagai instansi. “Jumlah peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2025 ini sebanyak 63 orang, yang berasal dari kementerian, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Dari perincian tersebut, peserta terbanyak berasal dari Kabupaten Mamuju, yakni sebanyak 8 orang” ungkap Dr. Muh. Aswad.
“Komposisi ini menunjukkan antusiasme pemerintah daerah untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan strategis, sehingga pelatihan ini benar-benar mewakili keragaman sekaligus kebutuhan nyata di lapangan,” jelasnya sembari menegaskan komitmen LAN untuk terus memperkuat kualitas pelatihan kepemimpinan dengan semangat Bigger, Smarter, Better.
Dr. Muh. Aswad juga memaparkan pendekatan pembelajaran inovatif yang diterapkan. “Aspek pembelajaran dalam pelatihan ini kami rancang dengan pendekatan blended learning yang memadukan jalur klasikal dan non-klasikal. Kami tetap mengedepankan prinsip experiential learning, di mana pengalaman peserta di kelas, secara mandiri, maupun di tempat kerja menjadi bahan aktualisasi, sejalan dengan tema Membangun Kepemimpinan Strategis sebagai Penggerak Perubahan untuk Mewujudkan Asta Cita’” ujarnya menegaskan.
Selanjutnya, sambutan oleh Kepala LAN, Dr. Muh. Taufiq, yang memberikan pesan tajam mengenai peran dan tanggung jawab seorang pemimpin dalam menghadapi tantangan bangsa. Menurutnya, setiap permasalahan di level korporasi hingga negara pada akhirnya menjadi tanggung jawab pemimpin.
“Semua problem pasti ada yang bertanggung jawab, yaitu para leader. Di swasta, tanggung jawab itu ada pada CEO. Di pemerintahan, pada para top leader,” tegas Dr. Muh. Taufiq. “Karena itu, berita tentang PHK, demo, hingga tutupnya perusahaan bukan sekadar tontonan, tapi tantangan sekaligus otokritik bagi para pemimpin.”
Lebih jauh, ia mengingatkan bahaya keangkuhan jabatan yang sering kali membuat seorang pemimpin berhenti belajar. “Kesalahan yang paling umum adalah merasa semakin tinggi jabatan, semakin tahu segalanya. Padahal yang benar, semakin tinggi, justru harus semakin giat belajar,” pungkas Dr. Muh. Taufiq.
Acara penutupan ini diselingi dengan penampilan budaya yang memukau, yaitu Tari Empat Etnis dari Sanggar Seni UPT SPF SMPN 33 Makassar di bawah binaan Andi Rahayu Cante, S.Pd., MM.
Tarian yang memadukan identitas etnis Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam keberagaman dan disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Kepala LAN memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil menuntaskan program dengan predikat Sangat Memuaskan. Lima orang diantaranya, yaitu dr. M. Yunus, S.Ked., M.Kes.; Hasan Basri, S.IP.; Sujjadan, S.STP., M.Si.; Nuzuldin Ngallo, ST., MT.; serta dr. Syahriar, M.Kes. Pencapaian ini disebut sebagai wujud nyata kesungguhan peserta dalam mengikuti proses pembelajaran.

Di sela-sela acara penutupan, Tim Humas Pusjar SKMP berkesempatan mewawancarai salah satu peserta, dr. Alwan Rimosan, Sp.B, FInacs., Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat.
Ia menyampaikan kesannya usai mengikuti pelatihan. “Saya merasakan perubahan dalam cara berpikir dan mengambil keputusan sebagai pemimpin, lebih matang dan melibatkan tim. Pelatihan ini adalah kesempatan penting untuk membawa pulang semangat perubahan yang akan saya terapkan bagi masyarakat Papua Barat,” ujarnya.
Dengan raut wajah lega sekaligus penuh semangat, ia mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti PKN Tingkat II menjadi momentum berharga untuk memperluas jejaring dan memperdalam perspektif kepemimpinan.
Rangkaian PKN Tingkat II Angkatan IX 2025 diakhiri dengan rasa syukur, kebersamaan, dan tekad untuk terus mengabdi. Dari ruang belajar hingga ruang kerja, setiap peserta membawa pulang nilai yang akan memberi arti bagi masyarakat yang mereka layani.
Dengan semangat Bigger, Smarter, Better, Pusjar SKMP LAN menghadirkan pemimpin yang dekat dengan rakyat, menggerakkan perubahan dan membawa harapan baru bagi bangsa sebagai langkah nyata menuju terwujudnya Asta Cita.
Adekamwa – Humas Pusjar SKMP LAN



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.