PUNGGAWANEWS, JAKARTA – Pemerintah mengumumkan penguatan berbagai program stimulus ekonomi dan bantuan sosial sebagai upaya preventif menghadapi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di tengah dinamika perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pencegahan PHK massal telah menjadi prioritas utama pemerintah. “Mencegah PHK massal sudah menjadi bagian integral dari tugas pemerintah,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis.

Meskipun terjadi fluktuasi di pasar modal, kondisi perekonomian Indonesia secara makro dinilai masih dalam kondisi yang menggembirakan. Indikator ekonomi menunjukkan resiliensi yang kuat, dengan nilai tukar rupiah bertahan di level 16.400 per dolar AS.

“Pasca kejadian penurunan bursa saham, koreksi yang terjadi relatif tipis dan sudah mengalami pemulihan kembali,” jelasnya. Data menunjukkan bahwa pada hari Senin bursa sempat terkoreksi 1,2 persen, namun pada hari Selasa dan Rabu kondisi sudah kembali normal.

Program Stimulus Semester Kedua Berlanjut

Pemerintah memastikan kesinambungan program stimulus yang telah berjalan pada semester kedua tahun ini. Beberapa program prioritas yang akan diperkuat meliputi:

Program Ketenagakerjaan Intensif Fasilitas khusus untuk tenaga kerja kontrak selama satu tahun telah dinikmati oleh 1,7 juta pekerja. Program ini mencakup subsidi pajak penghasilan (PPH) untuk sektor padat karya dengan gaji di bawah angka tertentu, yang ditanggung langsung oleh pemerintah.

Sektor Perumahan dan Infrastruktur Pemerintah akan mengintensifkan program pembiayaan perumahan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, program renovasi rumah juga akan terus didorong sebagai bagian dari stimulus ekonomi.

Deregulasi Industri Rencana deregulasi di berbagai sektor industri, khususnya di Pulau Jawa, diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja baru. Program ini sedang dalam tahap persiapan final.

Inflasi Terkendali, Suku Bunga Mendukung

Kondisi inflasi nasional tetap terjaga pada level yang aman. Data terbaru menunjukkan tingkat inflasi berada di angka 2,31 persen, bahkan terjadi deflasi pada bulan sebelumnya.

“Dengan tingkat suku bunga yang relatif lebih rendah, diharapkan penyaluran kredit dapat lebih didorong sehingga sektor riil dapat bergerak lebih dinamis,” tambah Menteri.

Sesuai arahan Presiden, pemerintah akan memperkuat sosialisasi berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat. Program-program yang telah berjalan akan mendapat penguatan alokasi, terutama yang menyasar kelas menengah.

“Kita memiliki berbagai program yang dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelas menengah. Program-program ini akan terus kita perkuat,” pungkasnya.

Langkah-langkah ini diambil sebagai respons proaktif pemerintah dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Sumber

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________